Kamu pernah membaca sebuah novel atau puisi? Kamu pasti menemukan gaya bahasa yang indah, bukan? Biasanya gaya bahasa tersebut tidak umum dipakai dalam percakapan sehari-hari. Itulah yang disebut dengan majas. 

Jika kamu ingat, sebenarnya majas telah diajarkan di bangku sekolah. Tepatnya di pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA. Jadi, mungkin kamu sudah sedikit mengerti apa itu majas dan jenis-jenisnya. 

Akan tetapi, agar kamu punya pemahaman yang mendalam soal majas, kami akan menjelaskannya dalam artikel ini secara lengkap. Mulai dari definisi, fungsi, jenis, hingga contohnya. Maka dari itu, simak sampai akhir, ya!

Defenisi Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang imajinatif atau berupa kiasan. Dalam majas, sebuah kata memiliki makna yang bukan makna sebenarnya. Maka dari itu, tulisan menjadi lebih menarik. 

Fungsi Majas

Fungsi majas adalah memperindah sebuah tulisan. Tidak hanya indah, tulisan juga menjadi lebih ekspresif dan hidup. Sehingga, pemikiran atau pesan penulis dapat lebih tersampaikan. Majas juga bisa memainkan emosi pembaca. Pembaca menjadi seakan terbawa masuk ke dalam tulisan. 

Agar kamu semakin memahami fungsi majas, berikut kami sajikan dalam bentuk infografis.

fungsi majas dalam menulis

Jenis-Jenis Majas Beserta Contohnya

Jenis-jenis majas terbagi berdasarkan 4 kelompok berikut.

  1. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah kelompok majas yang digunakan untuk menunjukkan maksud tertentu melalui kata-kata kiasan yang berlawanan arti.

  1. Majas Perbandingan

Kelompok majas perbandingan digunakan untuk membandingkan suatu objek yang satu dengan objek lainnya melalui proses penyamaan, pelebihan, atau penggantian. 

  1. Majas Sindiran

Kelompok majas sindiran berisi kata-kata kiasan yang bertujuan untuk menyindir seseorang atas perilaku atau kondisinya. 

  1. Majas Penegasan

Kelompok majas penegasan bertujuan untuk membuat pembaca menyetujui suatu ujaran atau pun kejadian yang disampaikan oleh penulis. 

4 Kelompok majas di atas mencakup jenis-jenis majas berikut:

  1. Majas Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang membandingkan manusia dengan benda mati. Benda mati tersebut seolah-olah bertindak atau bersikap selayaknya manusia. 

Contoh: Oh bulan, sampaikanlah rasa rinduku kepadanya.

  1. Majas Metafora

Metafora adalah majas yang membandingkan dua objek yang berbeda. Tetapi kedua objek tersebut memiliki sifat yang serupa. Gaya bahasa ini juga disebut sebagai analogi. 

Contoh: Dulu, ibuku adalah kembang desa.

  1. Majas Hiperbola

Hiperbola adalah majas yang digunakan untuk mengekspresikan sesuatu dengan sedemikian rupa secara berlebihan, bahkan terkadang tidak masuk akal. Gaya bahasa ini biasanya juga digunakan untuk membandingkan dua hal. 

Contoh: Hatiku teriris-iris melihatmu bersamanya.

  1. Majas Asosiasi

Asosiasi adalah majas yang membandingkan dua objek yang berbeda, tetapi dianggap sama dengan memberi kata sambung bagaikan, bak, atau seperti. 

Contoh: Ibu dan anak itu bak pinang dibelah dua.

  1. Majas Litotes

Majas litotes adalah lawan dari majas hiperbola. Jika hiperbola melebih-lebihkan, maka litotes mengecilkan atau menyembitkan suatu hal. Gaya bahasa ini biasanya digunakan untuk tujuan merendahkan diri. Sedangkan, kenyataannya justru sebaliknya. 

Contoh: Mampirlah ke gubuk kami yang sederhana ini. 

  1. Majas Ironi

Ironi adalah majas yang menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada. 

Contoh: Suaramu bagus sekali, sampai-sampai telingaku sakit mendengarnya. 

  1. Majas Repetisi

Repetisi adalah majas yang mengulang sebuah kata dalam suatu kalimat.

Contoh: Kamu yang memulai, kamu yang mengakhiri. 

  1. Majas Sarkasme

Sarkasme adalah majas yang menyampaikan sindiran secara langsung dengan kasar.

Contoh: Omong kosong apa lagi yang kau bicarakan kali ini!

  1. Majas Simile

Simile adalah majas yang hampir sama dengan asosiasi. Kesamaannya adalah penggunaan bak, bagaikan, atau seperti. Sedangkan perbedaannya adalah simile membandingkan dua hal yang berbeda, namun disandingkan bersama. 

Contoh: Kelakuannya bagaikan anak ayam kehilangan induknya. 

  1. Majas Alegori

Alegori adalah majas yang membandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan. 

Contoh: Suami adalah nahkoda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. 

  1. Majas Paradoks

Paradoks merupakan majas pertentangan yang digunakan untuk membandingkan situasi sebenarnya dengan situasi sebaliknya yang saling bertentangan.

Contoh: Aku merasa kesepian di tengah keramaian.

  1. Majas Antitesis

Antitesis adalah majas yang memadukan dua kata yang memiliki arti bertentangan.

Contoh: Kaya-miskin, semuanya harus diperlakukan setara di depan hukum.

  1. Majas Eufemisme

Eufemisme adalah majas yang mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan padanan yang lebih halus. 

Contoh: Pemerintah memberikan bantuan kepada tunawisma.

  1. Majas Metonimia

Metonimia adalah majas yang menyandingkan merek atau istilah sesuatu untuk merujuk pada benda yang bersifat umum.

Contoh: Aku haus, tolong belikan Aqua.

  1. Majas Simbolik

Simbolik adalah majas yang membandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup lain dalam suatu ungkapan. 

Contoh: Itulah dia Sultan Hasanuddin, seorang ayam jantan dari timur. 

  1. Majas Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata yang bermakna sama. Kesannya memang jadi tidak efektif, tapi itu dilakukan untuk menegaskan suatu kalimat. 

Contoh: Ayah masuk ke dalam kamar dengan wajah kesal.

  1. Majas Retorika

Retorika adalah majas yang memberikan penegasan dengan menanyakan suatu hal yang tidak membutuhkan jawaban.

Contoh: Kapan pernah terjadi harga barang kebutuhan pokok turun pada saat menjelang hari raya?

  1. Majas Paralelisme

Paralelisme adalah majas yang biasanya ditemukan dalam sebuah puisi. Gaya bahasa ini mengulang-ulang sebuah kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Jika pengulangannya di awal, maka disebut anafora. Jika pengulangannya di akhir, maka disebut epifora.

Contoh: Kasih itu sabar. Kasih itu lemah lembut. Kasih itu memaafkan. 

  1. Majas Klimaks

Klimaks adalah majas yang memberi penegasan dengan mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah hingga tinggi. 

Contoh: Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan.

  1. Majas Antiklimaks

Kebalikan dari klimaks, majas antiklimaks memberi penegasan dengan mengurutkan sesuatu dari tingkatan tinggi ke rendah.

Contoh: Masyarakat perkotaan, perdesaan, hingga yang tinggal di dusun seharusnya sadar akan kearifan lokalnya masing-masing.

Itulah penjelasan tentang majas, mulai dari definisi, fungsi, jenis, hingga contoh-contohnya. Meskipun jenisnya ada banyak, namun jika kamu berlatih, maka kamu bisa menguasai seluruhnya.  Dengan menulis menggunakan majas, maka tulisanmu bisa menjadi lebih indah dan menarik. Pembaca akan mendapat pengalaman yang berbeda daripada hanya sekedar menggunakan kata-kata biasa, tanpa majas. 

Majas bisa membuat para pembaca merasa senang, tergugah, terharu, dan sebagainya. Karena itu, bisa dibilang kamu harus menggunakan majas saat menulis. Terlebih jika kamu menulis karya sastra berupa puisi atau novel.  Jika kamu tertarik menulis novel, kamu juga bisa belajar dengan penulis berpengalaman di kelas Kuncie Premium. Kamu akan dibimbing bagaimana cara menggali ide, mengembangkan cerita, hingga teknik menulis yang menarik dan menggugah pembaca!

Posted 
Sep 2, 2022
 in 
Upskilling
 category

More from 

Upskilling

 category

View All