Kini sebagian orang membeli suatu produk atau layanan, bukan hanya karena merek tersebut merupakan satu yang paling terbaik. Namun terkadang, mereka memilih merek tersebut, karena memiliki kedekatan personal dari apa yang diberikan oleh merek itu sendiri. Misalnya seperti, kampanye iklan yang disampaikan dianggap relevan dengan kondisi yang dirasakan oleh konsumen. Oleh karena itu, Brand Image dianggap penting dalam perkembangan perusahaan, terutama dalam menarik konsumen. 

Menurut Keller, Brand Image adalah tanggapan konsumen akan suatu merek yang didasarkan atas baik dan buruknya merek yang diingat konsumen. Secara sederhananya, Brand Image merupakan pandang konsumen terhadap suatu merek, sesuai dengan apa yang diberikan atau ditampilkan oleh merek itu sendiri. 

Sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa Brand Image hanya sekedar logo, yang terpampang di produk atau jasa yang ditawarkan. Padahal Brand Image merupakan kombinasi antara Brand Association dan kedekatan personal merek dengan konsumen. Untuk mengetahui lebih lanjut mengapa Brand Image Positif itu penting bagi perusahaan, simak artikel ini ya!

Kuncie x SBM ITB: Mini MBA Program

Kelas Mini MBA

Dapatkan pembelajaran setara MBA dengan harga yang lebih terjangkau dan waktu yang lebih singkat di program non-degree Mini MBA bersama SBM ITB di Kuncie!

Daftar Sekarang!

Mengapa Brand Image Positif itu Penting Bagi Perusahaan?

  1. Competitive Advantage

Membangun atau mempertahankan Brand Image, dapat meningkatkan competitive advantage. Competitive advantage adalah suatu keadaan dimana sebuah merek memiliki sesuatu yang lebih tinggi atau unggul dari kompetitor. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk membebankan harga premium atau lebih, yang bersedia dibayar oleh konsumen. Contohnya seperti, Apple yang memiliki reputasi baik dalam inovasi dan komitmen untuk mengembangkan produk. Sehingga, pelanggannya rela mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk membeli produk tersebut. 

  1. Positive Reputation

Memiliki Brand Image yang positif, artinya membangun reputasi positif terhadap perusahaan. Perusahaan yang memiliki reputasi yang positif, memiliki beberapa keunggulan. Salah satu keunggulan yang dapat dirasakan, adalah produk baru akan mudah diterima oleh calon pelanggan. Hal itu disebabkan karena orang sudah memiliki ekspektasi lebih terhadap merek tersebut. Prepp Studio salah satu brand fashion yang memiliki reputasi baik dan produknya sangat diburu oleh banyak orang. Ini adalah brand dari salah satu influencer yang cukup terkenal, yaitu Arief Muhammad. 

  1. Overall Reflection of Management

Bagaimana Brand Image yang ditampilkan oleh perusahaan, mencerminkan bagaimana orang yang terlibat di dalamnya dalam mengelola bisnis dan kebutuhan pasar secara menyeluruh. Hal ini berkaitan juga dengan bagaimana suatu perusahaan bersaing dengan kompetitor di luar sana. Seperti Nadiem Makarim yang dinilai sukses dalam mengembangkan Gojek, karena Brand Image yang tercipta dengan baik. 

  1. Customer Relationship yang Lebih Baik

Brand Image yang positif, akan menciptakan hubungan yang baik antara bisnis dengan konsumen. Ketika hubungan tersebut terus berlangsung, tak jarang konsumen memberikan kesan positif yang mereka dapat, secara sukarela dengan orang lain. Hal tersebut tanpa disadari menjadi promosi secara “cuma-cuma”, tetapi besar dampaknya bagi perusahaan. Seperti hubungan baik yang terjalin antar brand Buttonscarves dengan penggunanya, yang memiliki komunitas sendiri yaitu Buttonscarves Ladies Community.

  1. Membantu Mempertahankan Pelanggan

Ketika Brand Image yang ditampilkan positif, maka perusahan memiliki potensi untuk mempertahankan pelanggan. Hal ini juga menyebabkan pelanggan malas untuk beralih ke produk kompetitor. Teh Botol Sosro salah satu contoh brand yang usianya cukup tua dari tahun 1940, tetapi masih sukses mempertahankan eksistensinya. Dengan taglinenya yang populer yaitu “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”.

  1. Membuat Merek Tak Terlupakan

Membangun Brand Image, merupakan salah satu strategi untuk menciptakan Brand Top Of Mind. Top Of Mind artinya merek yang pertama kali diingat oleh pelanggan, ketika diminta untuk menyebutkan merek dalam suatu kategori produk. Contohnya ketika membeli suatu produk mie instan, apa merek yang pertama kali terlintas di benak kamu? Sebagian besar orang menyebutkan Indomie, karena terciptanya Brand Image yang kuat dari merek tersebut.

  1. Membangun Kepercayaan dan Loyalitas

Adanya Brand Image yang positif, juga dapat menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas bagi siapa saja yang menjadi target pelanggan. Tidak bisa dipungkiri bahwa membangun kepercayaan dan loyalitas, bukan lah hal yang mudah. Namun, dengan Brand Image positif yang tercipta, akan membuat calon pelanggan merasa lebih dekat dengan merek tersebut.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Ampuh Melalui Word Of Mouth

Cara Membangun Brand Image yang Kuat

  1. Tentukan visi,misi dan nilai-nilai perusahaan

Pentingnya menentukan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan, agar mengetahui kemana perusahaan akan dibawa dan siapa target pasar yang akan dijangkau. Seperti Uniqlo dengan visinya yaitu “Unlocking the Power of Clothing” dan misiya yaitu “To continuously provide fashionable, high quality, basic casual wear atthe lowest prices in the market - casual wear that anybody can wearwhenever and wherever”. Dari target konsumen yang dilakukan, Uniqlo menargetkan segmen konsumen menengah dilihat dari harga produknya ditawarkan. Dengan adanya visi, misi, dan target konsumen yang jelas, Uniqlo mampu mengembangkan mereknya hingga saat ini. 

  1. Buat Pernyataan Brand Positioning

Brand positioning merupakan suatu strategi dalam membuat brand dikenali oleh pelanggan. Strategi ini bukan semata-mata hanya membuat tagline atau logo brand yang berbeda. Namun, membuat sesuatu yang menjadi ciri khas dari brand tersebut. Misalnya seperti, Alfamart memposisikan dirinya sebagai toko komunitas yang menjual berbagai kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga terjangkau, kemudahan mengakses lokasi, serta kualitas pelayanan.

  1. Ciptakan Brand Identity

Brand identity merupakan komponen visual dari sebuah brand, yang mencakup logo, tipografi, warna, kemasan, dan pengiriman pesan. Misalnya, pada logo McDonalds, mereka menggunakan kombinasi merah dan kuning.

  1. Identifikasi Audiens Menggunakan Audience Persona

Audience persona merupakan sebuah representatif dari tokoh fiktif yang dianggap sebagai pelanggan. Fungsi dari audience persona adalah untuk membantu memahami karakteristik dan kebiasaan pelanggan. Ini akan memudahkan perusahaan dalam menyusun strategi pemasaran. 

Misalnya audience persona dalam sebuah bisnis skincare anti aging. Dari situ, identifikasi pelanggan sesuai dengan kelompoknya, seperti menargetkan wanita dengan usia 30 tahun ke atas. Tentukan juga jabatannya, penghasilannya, dan lingkungannya. Lalu buat produk sebagai solusi atas  masalah konsumen.

  1. Ciptakan Pengalaman Pelanggan yang Positif

Ternyata pengalaman pelanggan yang tak terlupakan, bukan hanya menjadikan pelanggan setia terhadap merek. Namun, hal itu akan membangun Brand Image yang kuat bagi perusahaan tersebut. Jadi usahakan untuk selalu memberikan pengalaman yang positif terhadap setiap pelanggan. Seperti Tiket.com yang menghadirkan berbagai inovasi dalam meningkatkan customer experience. Salah satu yang mereka lakukan adalah  mempermudah refund pelanggan dengan jaminan refund 100% hingga 4 jam sebelum keberangkatan.

  1. Lakukan Komunikasi Yang Efektif Dengan Pelanggan

Semua bisnis saling berlomba-lomba dalam membangun Brand Image. Namun, ada satu aspek yang sering terlupakan, yaitu komunikasi efektif dengan pelanggan. Padahal seberapa sering kita melakukan komunikasi dengan pelanggan dan bagaimana kualitas komunikasi tersebut, sangat memiliki pengaruh yang besar dalam membangun Brand Image.

Cara Memulai Bisnis dengan Persiapan dan Branding yang Matang!

jago branding bisnis

Bagaimana jadinya brand parfum memasarkan produknya secara online, tapi bisa laris di pasaran? Rizky Arief, seorang Founder dan CEO HMNS Parfume akan memberikan tips dan triknya dalam mempersiapkan branding yang matang!

Daftar Sekarang!

Cara Mengukur Brand Image

  1. Mengukur Persepsi Merek 

Mengukur persepsi merek, dapat dilakukan dengan melakukan survei, Focus Group Discussion (FGD) dan memantau percakapan atau penyebutan yang melibatkan merek di social media, atau disebut juga dengan social media listening.

  1. Peta Konsep Merek

John, Loken, Kim, and Monga (2006) menyatakan bahwa peta konsep merek sebagai pendekatan yang kuat untuk mengukur citra merek sesuai dengan struktur jaringan asosiasi merek yang mendasari dan mengungkapkan kekuatan dan keunikan asosiasi merek.

  1. Semantic Differential Scaling

Semantic Differential Scaing merupakan skala peringkat survei atau kuesioner yang meminta orang untuk menilai brand dalam bingkai opsi peringkat multi-poin.

Contoh Brand Image

  1. McDonald's 

McDonald’s memiliki citra merek murah yang menyajikan makanan dengan sangat cepat. Selain itu, McDonald’s juga berusaha menciptakan kesan bahwa tempat mereka sangat cocok  bagi keluarga. Dengan Brand Image  yang melekat, sebagian besar pelanggan mereka adalah seorang anak bersama kedua orang tuanya, yang menikmati waktu liburnya dengan menyantap ayam. 

  1. Rolls-Royce

Rolls-Royce memiliki citra premium yang dianggap eksklusif untuk orang kalangan menengah keatas dan berpengaruh. Dengan Brand Image yang melekat, Rolls-Royce biasanya digunakan oleh seorang pengusaha atau pejabat, demi menunjang penampilan dihadapan rekan kerjanya.

  1. Coca-Cola 

Coca-Cola memiliki citra yang menggambarkan kebahagiaan, kegembiraan, dan pengalaman yang baik. Dengan Brand Image yang melekat, Coca-Cola biasanya menjadi pilihan saat moment bahagia, seperti kumpul bersama orang tersayang.

  1. Nike

Nike memiliki citra yang inovatif, ramping dan atletis, dan diasosiasikan dengan kemenangan, determinasi, dan motivasi. Dengan Brand Image yang melekat, Nike tidak hanya digunakan untuk kebutuhan olahraga. Namun, sering kali orang memadupadankannya untuk menunjang penampilan.

Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa Brand Image memiliki peran penting dalam sebuah merek. Semoga dengan menyimak penjelasan di atas, kamu bisa terus mengembangkan merek dengan membentuk Brand Image yang positif, serta menjaga konsistensinya hingga jangka panjang.

Kabar baiknya, untuk kamu pekerja dan pebisnis, kamu bisa mempelajari seputar bisnis di Mini MBA. Mini MBA merupakan program kolaborasi Kuncie dan SBM ITB. Di program ini, kamu bisa mempelajari skill-skill selevel MBA dengan waktu yang lebih cepat. Kamu akan dibimbing oleh para pengajar profesional dan berpengalaman. 

Para peserta Mini MBA juga akan dibekali ilmu bisnis yang lengkap, seperti digital transformation, customer focus, financial, quality management, marketing, dan lainnya. Setelah menyelesaikan program ini, kamu juga akan mendapat sertifikat. 

Hingga kini, Mini MBA sudah berjalan hingga beberapa batch. Para peserta banyak datang dari perusahaan besar, seperti Telkomsel, Pertamina, Tokopedia, dan sebagainya. Mereka juga memberi testimoni positif terhadap program ini. Nah, tunggu apa lagi? Ayo, daftarkan dirimu di Mini MBA sekarang juga!

Posted 
Jan 18, 2023
 in 
Upskilling
 category
This is some text inside of a div block.

More from 

Upskilling

 category

View All