S

alah satu faktor yang kerap membuat orang mengalami kegagalan dalam memulai bisnis adalah mindset yang kurang tepat. Misalnya karena berangkat dari seorang pegawai, mindset yang digunakan masih mindset pegawai.

Padahal dunia entrepreneurship sangat berbeda dengandunia kerja. Jadi agar bisa sukses dalam dunia bisnis, setidaknya Anda harus mengembangkan entrepreneurship mindset terlebih dahulu.

Mindset entrepreneur merupakan salah satu ukuran kekuatan seorang pengusaha dalam memegang kendali bisnis yang dijalaninya.Sejauh mana seorang pengusaha mampu mengembangkan bisnisnya, semua tergantung pada mindset yang dimilikinya.

 

Apa Itu Entrepreneur Mindset?

Seperangkat keyakinan, proses berpikir dan cara memandang dunia yang mendorong perilaku wirausaha, inilah entrepreneurship mindset. Seorang entrepreneur memiliki keyakinan kuat bahwa hidup dapat diperbaiki dan menjalani hidup dengancara mereka sendiri bisa dilakukan.

Mereka juga percaya pada kemampuan mereka untuk belajar, tumbuh dan beradaptasi. Lebih dariitu, seorang entrepreneur juga sangat yakin bahwa dirinya bisa berhasil. Ada perbedaan yang sangat besar antara mindset pekerja tradisional.

Jika seorang pekerja ingin mendapatkan lebih banyak uang, mereka akan memoles resume-nya dan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Hal tersebut sangat berbeda pada entrepreneur.

Saat ingin mendapatkan lebih banyak uang, seorang entrepreneur akan mencari beberapa cara untuk mendapatkan uang lebih. Karena mereka memiliki bisnis, hal tersebut tentu dilakukan dengan cara memulai bisnis baru atau mengembangkan bisnis yang sudah dimiliki.

Pentingnya Entrepreneur Mindset Bagi SeorangPebisnis

Untuk sukses di bidang tertentu, seseorang harus memiliki mindset yang sesuai dengan bidang tersebut. Hal ini juga berlaku dalam dunia bisnis.Jika ingin sukses dalam dunia bisnis, Anda juga membutuhkan mindset seorang pebisnis yang sukses.

Bagi seorang pebisnis,entrepreneurship mindset adalah modalawal sekaligus pondasi untuk mencapai kesuksesan. Ada beberapa alasan kenapa entrepreneurship mindset begitu penting bagi seorang pebisnis. Misalnya saja terkait pengambilan keputusan.

Saat akan melakukan hal baru dan di luar kebiasaan, orang umumnya akan merasa ragu bahkan takut. Perasaan-perasaan seperti sangat manusiawi. Akan tetapi jika tidak berubah, bisnis justru akan semakin terpuruk.

Butuh keberanian besar untuk memulai sebuah perubahan. Selain itu, dibutuhkan juga komitmen kuat untuk mengambil tindakan. Semua itu adalah bagian dari entrepreneurship mindset. Dengan mindset entrepreneur,seorang pelaku bisnis bisa mengambil risiko untuk keluar dari zona nyaman demi kemajuan bisnisnya.

Apa Saja Entrepreneur Mindset yang Harus Dimiliki dalam Menjalankan Bisnis?

Sebelumnya telah disinggung bahwa seorang pebisnis harus berani mengambil risiko. Sifat berani mengambil risiko sendiri sebenarnya termasuk salah satu mindset wajib bagi seorang pengusaha. Namun untuk sukses menjalankan bisnis, keberanian saja tidaklah cukup. Berikut mindset lain yang juga harus dimiliki oleh seorang pelaku bisnis.

1.      Aktif Mencari Peluang Baru

Seorang pengusaha tidak boleh cepat puas dengan bisnisnya. Ia harus selalu merasa haus akan kemajuan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin harus menjadi prinsip hidupnya. Selain itu, ia juga tidak boleh terlalu santai dan terlalu nyamandengan pencapaiannya saat ini.

Sifat mudah puas dan zona nyaman adalah musuh serius bagi seorang pengusaha. Keduanya membuat seorang pengusaha menjadi lembek dan abai dengan perubahan. Padahal, perubahan pasti akan terjadi. Jika saat ini bisnisnya lancar, tidak ada jaminan bahwa kondisi tersebut akan bertahan selamanya.

Seorang pengusaha harus selalu aktif mencari peluang baru. Ia harus peka terhadap perubahan dan mampu menemukan peluang baru di balik perubahan yang tengah terjadi.

Peluang baru tidak hanya berpotensi menjadi sumber pemasukan yang baru. Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai strategi membagi risiko sekaligus support system saat produk utama tidak begitu laku. Jadi meski kondisi yang tidak diharapkan benar-benar terjadi, Anda masih bisa mempertahankan bisnis.

2.      Berani Mengambil Risiko

Bisnis pada dasarnya penuh dengan risiko. Saat Anda memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tetap dan memulai bisnis, sejatinya Anda juga sudah mengambil risiko. Keluar dari kenyamanan gaji tetap untuk mengejar penghasilan yang tidak pasti sajasudah sangat menakutkan bagi banyak orang. Namun jika tidak berani mengambil risiko tersebut, Anda tidak akan pernah bisa memulai bisnis sendiri.

Dalam menjalankan bisnis, seorang pengusaha juga akan selalu dihadapkan pada situasi-situasi yang tidak menyenangkan. Pilihan sederhana antara baik dan buruk sangat jarang dijumpai. Dalam banyak kasus, Anda justru akan lebih sering dihadapkan pada pilihan yang baik dengan yang lebih baik atau antara pilihan yang buruk dengan yang lebih buruk.

Saat pilihannya antara yang baik dengan yang lebih baik, memilih mungkin bukan hal yang sulit. Namun jika pilihannya antara yang buruk dengan yang lebih buruk, butuh keberanian besar untuk menentukan pilihan.

Sifat berani mengambil risiko termasuk salah satu sifat yang paling sulit untuk dikuasai. Hanya sedikit orang yang memilikinya. Karena itu, tidak banyak orang yang menjadi pengusaha. Tapi jika Anda ingin menjadi pengusaha sukses, Anda harus mengembangkan sifat berani mengambil risiko.

3.      Berorientasi Pada Tindakan

Ada yang bilang kalau ide itu mahal. Mengingat sulitnya menemukan ide brilian, pandangan tersebut memang cukup beralasan. Akan tetapi, seorang pengusaha harus bisa melampaui itu. Bukan hanya menemukan ide, seorang pelaku usaha juga harus bisa mengeksekusi ide yang dimilikinya.

Seorang pengusaha tidak boleh hanya sekedar menjadi ahli teori. Ia harus bisa mempraktikkan teori yang dipahami dan menjadikannya sebagai dasar dalam bertindak. Tindakan, inilah yang harus menjadi fokus seorang pengusaha. Saat menemukan ide bagus, ia tidak boleh hanya berhenti pada ide saja. Ide tersebut harus dieksekusi.

Sayangnya, banyak orang yang terlalu terpaku pada kesempurnaan. Banyak yang menganggap bahwa ide bisnis harus sempurna terlebih dahulu baru dieksekusi. Padahal tidak ada bisnis yang seperti itu. Semua perusahaan besar sebenarnya lahir dari eksekusi ide-ide sederhana yang terus dikembangkan hingga menjadi besar.

4.      Tidak Pernah Berhenti Belajar

Seorang pengusaha harus selalu mengembangkan dirinya. Seberapa besar bisnisnya bisa berkembang, semua itu sangat ditentukan oleh seberapa besar pengetahuan dan ilmu yang dimiliki oleh pemilik usaha.

Semua CEO perusahaan besar umumnya juga pembelajar dan pembaca buku tulen. Mereka tidak pernah berhenti belajar. Dari proses belajar inilah, seorang pelaku usaha bisa menemukan peluang baru dan cara-cara baru untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

5.      Memiliki Visi Besar

Visi adalah tujuan ideal yang ingin dikejar. Dalam banyak hal, potensi perkembangan sebuahperusahaan juga dapat dilihat dari visi pendiri ataupun orang yang memegang pucuk kepemimpinan perusahaan. Semakin besar visi yang dimiliki, semakin besar juga potensi perusahaan untuk tumbuh menjadi besar. Karena itulah, pucuk kepemimpinan perusahaan harus dipegang oleh orang yang memiliki visi besar.

Seorang pengusaha memang harus memiliki visi besar. Semakin besar visi yang dimiliki, semakinbesar tantangan yang harus dihadapi nanti. Untuk itu, seorang pengusaha juga harus membuat strategi yang tepat untuk mencapai visi tersebut.

Cara Mengembangkan Entrepreneur Mindset dalam Diri Anda

Entrepreneur mindset adalah fondasi penting untuk membangun sebuah bisnis. Seberapa besar bisnis Anda nanti, semua itu tergantung pada seberapa kuat entrepreneur mindset yang tertanam dalam diri Anda. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengembangkan entrepreneur mindset? Berikut caranya.

1.      Miliki Visi Besar

Seorang pengusaha tidak boleh hanya sekedar mengikuti arus. Ia harus memiliki tujuan atau dengan kata lain visi besar. Visi inilah yang akan menjadi motivasi dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Saat memiliki visi besar, Anda akan dilatih untuk lebih kritis dan berpikir lebih besar. Anda juga akan menyadari bahwa untuk mencapai visi tersebut dibutuhkan orang-orang yang tepat. Dengan kata lain, memiliki visi besar akan membantu Anda mengembangkan mindset yang dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur.

2.      Bekerja dalam Tim

Anda mungkin bisa memulai bisnis sendirian. Namun perlu diingat, ada batasan yang bisa dilakukan oleh satu orang. Untuk mencapai tujuan yang besar, Anda membutuhkan bantuan orang lain.

Di sinilah peran tim dalam membantu seorang pengusaha mencapai tujuan perusahaan. Sebagai pengusaha, bekerja tim saja tidaklah cukup. Anda juga harus bisa memimpin dan membimbing tim agar bisa bekerja sesuai dengan rencana dan strategi yang dibuat.

Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kapasitas dari tiap anggota tim. Dengan kata lain, jangan berikan pekerjaan membuat desain banner iklan kepada tenaga marketing. Berikan tugas desain kepada desainer grafis dan serahkan tugas pemasarannya ke bagian marketing.

3.      Diversifikasi

Seorang pengusaha memang harus berani mengambil risiko. Meski demikian, ia juga harus bisa mengelola risiko tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melakukan diversifikasi. Diversifikasi bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya saja dengan memproduksi produk baru untuk segmen yang berbeda. Jadi meski produk utama tidak laku, masih ada produk lain yang mampu menutupi biaya operasional,bahkan mencetak keuntungan.

4.      Bangun Motivasi Kuat

Perjalanan membangun bisnis sangat berat. Karena itu, seorang pelaku bisnis harus memiliki mindset yang kuat untuk terus berusaha, bahkan meski kondisi sedang tidak berpihak padanya.

Sifat optimis dan motivasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya juga menjadi fondasi penting dalam mengembangkan bisnis. Sebagai bagian dari tim, pemimpin yang memiliki motivasi tinggi juga lebih disegani dan dapat mendorong anggota timnya agar memiliki semangat tinggi.

5.      Cintai Bisnis Anda

Akan lebih mudah memperjuangkan apa yang Anda cintai. Karena itu, cintailah bisnis yang Anda geluti. Saat mencintai bisnis Anda, ada dorongan kuat untuk memperjuangkannya. Karena itulah, kata menyerah seakan tidak ada dalam kamus pengusaha.

6.      Fokus Pada Keinginan Pasar

Seorang pengusaha memang harus memiliki idealisme tertentu. Akan tetapi, ia juga harus paham bahwa produk yang ia kembangkan atau ia jual bukanlah untuk dirinya sendiri. Semua itu ia buat untuk pelanggan.

Pemahaman seperti ini akan membantu Anda agar lebih fokus pada apa yang diinginkan olehpelanggan. Dengan demikian, Anda tahu cara mengembangkan produk yang berpotensi mampu mencetak penjualan.

Entrepreneur mindset dibentuk melalui tindakan berulang. Karena itu, tips di atas harus dilakukan secara terus-menerus hingga menjadi sebuah kebiasaan. Kembangkan entrepreneur mindset dan belajar tips-tips bisnis langsung dari ahlinya. Di Kuncie, Anda bisa mendapatkan itu semua.

 

 

Referensi:

id.oberlo.com/blog/entrepreneurial-mindset

merchant.id/content/7-cara-mengembangkan-mindset-entrepreneur/

alona.co.id/inspirasi/mindset-entrepreneur/

pandagila.com/mengembangkan-mindset-entrepreneur/

inhandsagency.com/cara-mengembangkan-mindset-entrepreneur/

Diakses pada: 11 September 2021

Posted 
 in 
Leadership
 category

More from 

Leadership

 category

View All