Tiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri mengenai proses penerimaan pegawai, tergantung pada kebutuhan dan prioritasnya. Semakin besar, semakin selektif dan berlapis tahapannya. Walau baru lulus dan belum banyak pengalaman, bisa banget kok masuk ke perusahaan yang kamu incar. Pahami langkah PDKT yang baik agar kamu dilirik. Bagaimana caranya? Yuk, simak pembahasan mengenai proses rekrutmen berikut ini!

Apa Itu Proses Rekrutmen?

Secara umum, ini adalah rangkaian kegiatan pencarian dan penyeleksian calon pegawai untuk menduduki jabatan atau posisi tertentu.

Kenapa Pelamar Perlu Tahu Proses Ini?

Dengan mengetahui alur penerimaan pegawai pada perusahaan yang kamu lamar, kamu bisa:

  • Mapping

Memetakan proses seleksi membuat kamu punya gambaran mengenai keseluruhan proses. Hal ini bisa membantu agar terhindar dari kesalahan klasik yang membuat kamu kehilangan kesempatan. 

Misalnya, setelah lolos screening CV, kamu tidak sadar kalau tahapan berikutnya adalah wawancara akumulatif dengan user yang mana biasanya jadwalnya susah dinego. Karena minim informasi, kamu meminta HRD untuk reschedule dengan alasan tertentu. Alamat auto skip, deh.

  • Mematangkan Persiapan

Ceritanya kamu sudah tau nih, alurnya akan seperti apa. Setelahnya, tinggal lakukan persiapan sesuai kebutuhan rekrutmen. Jika melamar di perusahaan yang butuh psikotes dan tes kemampuan komprehensif, kamu perlu menyediakan waktu untuk banyak berlatih dan cari contekan agar hasilnya maksimal. 

  • Lebih Tenang

Diam dan menunggu tanpa kejelasan itu bisa mengganggu ketentraman jiwa. Kalau sudah tahu apa saja langkah dalam proses rekrutmen, kamu bisa bikin timeline sendiri untuk menghadapi proses ini. Ibaratnya mau perang, strategi dan amunisi sudah disiapkan. Jadi lebih percaya diri dan tenang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Apa Saja Tahapan Rekrutmen pada Perusahaan?

  1. Screening CV

Saat membuka lowongan pekerjaan, proses penerimaan calon karyawan yang pertama dilakukan HRD adalah seleksi dan tinjauan melalui curriculum vitae (CV). Data para pelamar yang masuk disesuaikan dengan standar dan kebutuhan perusahaan.

Di sini kompetensi pelamar  akan dinilai secara singkat melalui satu hingga dua halaman kertas yang berisikan riwayat pendidikan serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan terkait dengan pendidikan atau pekerjaan sebelumnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat CV yang menarik agar kamu lolos ke tahapan selanjutnya. Salah satunya, CV sederhana yang padat dengan desain dan layout sesuai kebutuhan perusahaan. Berikan juga deskripsi singkat mengenai pengalaman keorganisasian yang kamu miliki.

Jika proses pengiriman CV dilakukan secara online via e-mail, kamu wajib menggunakan subjek e-mail sesuai arahan yang tertera pada pengumuman lowongan kerja. Hal ini dapat membantu pekerjaan HRD dalam menyortir data.

Sebagian perusahaan juga menilai lewat cover letter. Ini adalah perkenalan singkat atau surat pengantar lamaran yang biasanya ditulis pada body e-mail. Gunakan bahasa yang sopan dan terstruktur. Hindari mengirim lampiran CV dan portofolio tanpa perkenalan. Kamu bisa dianggap tidak serius dan kurang komunikatif.

  1. HR Interview

Setelah lolos screening CV, tahapan yang akan kamu masuki selanjutnya adalah wawancara dengan HR. Di sini HR akan menanyakan beberapa pertanyaan umum untuk mengenal kepribadian, kelebihan, kekurangan, dan mengetahui kecocokan antara budaya perusahaan dengan cara kamu bekerja.

Beberapa pertanyaan yang cukup sering dilontarkan, misalnya:

  • Bisa ceritakan secara singkat tentang diri kamu?
  • Apa yang kamu tahu mengenai pekerjaan/perusahaan ini?
  • Kekurangan dan kelebihanmu saat bekerja?
  • Bagaimana cara kamu saat menghadapi tekanan dalam bekerja?
  • Dan sebagainya

Jawablah dengan jujur, namun tetap diplomatis. Boleh tunjukkan keakraban, tapi hindari curhat berlebihan yang nantinya malah menonjolkan kekurangan. Jika masih ragu akan kemampuan komunikasimu, sebaiknya latihan dulu ya!

Pada tahapan ini kamu juga diperbolehkan untuk bertanya, loh! Ada beberapa hal yang perlu dicari tahu dan bisa membantu, misalnya:

  • Seperti apa budaya kerja di sana?
  • Apa saja ekspektasi perusahaan?
  • Apa saja tahapan rekrutmen?
  • Berapa lama waktu yang diperlukan tiap tahapan rekrutmen?
  • Bolehkah melakukan follow up untuk update status penerimaan?
  1. Skill Assessment

Berikutnya, HR akan melakukan beberapa tes untuk mengukur kecocokan kandidat dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Semakin besar perusahaan, biasanya semakin beragam jenis tesnya. Beberapa di antaranya:

  • Tes kemampuan kognitif 

Ini adalah jenis ujian untuk mengukur kecerdasan umum. Di sini juga dapat dilihat apakah pelamar dapat berpikir kritis, mampu menyerap ilmu baru dan mempraktikkannya, termasuk mencari solusi.

  • Tes Kepribadian

Melalui tes ini, HR akan mengetahui kecocokan kepribadian dengan posisi tertentu. 

  • Tes Keterampilan

Kurang lebih, ini adalah tes mengenai wawasan kerja untuk mengetahui seberapa jauh pelamar memahami dan menguasai bidang tertentu. Biasanya ujian lebih spesifik mengenai jobdesc

Misalnya, kalau melamar sebagai desainer grafis, kamu akan diberikan serangkaian tes berkaitan dengan desain untuk menunjukkan keterampilan terbaikmu. 

  • Tes Kesehatan atau Tes Fisik

Tidak semuanya menerapkan tes ini, tapi ada beberapa bidang usaha yang membutuhkan kekuatan fisik atau kualifikasi kondisi kesehatan tertentu. Jika jenis ujian ini ada di dalam proses perekrutan kantor yang kamu lamar, pastikan kamu cukup sehat agar bisa lolos ke tahapan selanjutnya.

  1. User Interview

Setelah melakukan serangkaian tes, kamu akan kembali menjalani sesi tanya jawab. Di sini, kamu akan berbincang  langsung dengan calon atasan agar lebih mengetahui kepribadian dan kompetensi. Selain soal pengetahuan, skill, dan pengalaman, hal yang lebih personal juga mungkin ditanyakan. Tujuannya, untuk menggali kecocokan karakter dengan tim kerja dan tentunya user sendiri nantinya.

Ini adalah pintu utama yang menentukan apakah kamu akan bergabung di suatu perusahaan atau tidak. Karena itu, persiapan interview harus dilakukan sebaik mungkin. Buat calon user-mu terpesona!

  1. Offering Pekerjaan

Ini hal yang paling ditunggu-tunggu, surat atau kabar resmi dari HR yang menyatakan bahwa kamu diterima di perusahaan yang kamu lamar. Selain kontrak dan deskripsi pekerjaan, besaran gaji juga ditawarkan di sini.

Sebagian perusahaan sudah menetapkan angka yang baku, sementara sebagian lainnya masih bisa dinego. Jika kamu merasa cocok atau justru ada keraguan, jangan ragu untuk berkomunikasi dan bertanya lebih lanjut pada HR, ya! Pastikan kamu memiliki bekal hasil observasi atau konsultasi terlebih dahulu agar ada gambaran yang cocok antara beban pekerjaan dan penghasilan nanti.

Faktor yang Memengaruhi Rekrutmen

Hal yang Dilihat Recruiter saat Kamu Melamar Kerja

hal yang dilihat recruiter saat melamar kerja
  • CV yang tepat: kesesuaian dengan posisi yang dilamar.
  • Pengalaman Kerja: ini menjadi hal yang cukup penting karena berkaitan dengan tanggung jawab yang akan diberikan.
  • Jenjang Karir: kesinambungan karir bila mengambil posisi yang dilamar
  • Personality: bagaimana kamu memperkenalkan diri pada saat interview dan jawaban yang diberikan akan sangat berpengaruh.
  • Komunikasi yang Efektif: tuliskan skill serta pengalaman kerja dengan jelas pada CV, dan pada saat interview jawablah pertanyaan dengan tepat.

Berapa Lama Proses Rekrutmen?

Perekrutan pegawai rata-rata memakan waktu dua hingga empat minggu. Bisa lebih lama jika diadakan secara besar-besaran. Misalnya, pada instansi pemerintah, BUMN, perusahaan multinational, program Management Trainee, dan sebagainya.

Namun, bisa juga berlangsung dengan cepat. Bahkan, ada yang dari screening CV hingga tanda tangan kontrak hanya butuh waktu seminggu. 

Kondisi seperti itu bisa terjadi untuk situasi atau jenis pekerjaan tertentu. Misalnya, suatu perusahaan baru saja dapat klien atau proyek besar dan membutuhkan tim yang bisa bergerak sesegera mungkin. Contoh lain, HRD sudah cukup lama mencari pegawai yang sesuai kriteria, tapi tidak didapatkan juga. Begitu menemukan kandidat yang dirasa cocok dengan kebutuhan serta karakter tim, gercep deh.

Hal ini cukup lazim terjadi di bidang usaha yang membutuhkan kerja sama tim seperti marcomm, event organizer, periklanan, media, dan sebagainya.

Nah, sekarang sudah semakin paham, kan? Sambil menunggu panggilan kerja, sebaiknya terus asah kemampuanmu dengan mengikuti e-course di kuncie. Semoga PDKT-nya berjalan lancar dan sukses, ya!

Posted 
Aug 4, 2022
 in 
Dunia Kerja
 category

More from 

Dunia Kerja

 category

View All