Di era sekarang, pasti kamu sudah hampir tidak pernah membaca majalah atau koran, bukan? Tentu saja, fungsi kedua media tersebut telah tergantikan oleh internet. Mesin pencari dan media sosial, kini menjadi tempat utama bagi kita mencari informasi. 

Imbas dari pergeseran sumber informasi membuat permintaan content writing semakin tinggi. Ini jadi peluang bagi para penulis profesional atau pun pemula, karena jenis tulisan ini cukup mudah untuk dipelajari dan tidak membutuhkan skill khusus. 

Maka dari itu, bagi kamu fresh graduate yang punya passion menulis, content writer bisa menjadi pilihan karier. Sistem kerja profesi ini pun cukup fleksibel, bisa sebagai pekerjaan utama (full-time) atau sampingan (freelance)

Bagaimana? Apakah kamu tertarik dengan bidang content writing? Untuk itu, yuk kita kenalan secara lebih dalam. 

Apa Itu Content Writing?

Content writing adalah jenis tulisan di media online yang membahas suatu topik untuk tujuan tertentu. Contohnya adalah tulisan di blog, landing page website, artikel SEO, dan banyak lainnya. Topik yang bisa diangkat pun bermacam-macam, mulai dari pendidikan, hiburan, teknologi, kesehatan, dan lain-lain. 

Alasan Kenapa Content Writing Penting

Content writing berhubungan erat dengan pemasaran. Ini karena tujuan tulisan ini tidak hanya memberi informasi, namun juga menjual produk (soft selling). Bahkan, 98% tim pemasaran mengatakan bahwa konten tertulis (written content) adalah tipe konten yang paling sering digunakan dalam strategi marketing. Sedangkan, 70% marketers secara aktif berinvestasi pada content marketing

7 Tips Content Writing

1. Tulis Konten Orisinil dan Unik

Content writer biasanya berlomba-lomba untuk membuat tulisannya berada di peringkat atas mesin pencari. Untuk itu, orisinalitas sangatlah penting. Jika tulisanmu adalah salinan (copy paste) dari konten lainnya, kemungkinan akan sulit untuk berada di peringkat atas.

Selain masalah peringkat, konten yang orisinil dan unik akan memberi kredibilitas dan nilai lebih pada perusahaan. Audiens akan menyukai tulisanmu dan menjadikannya sebagai salah satu sumber informasi utama. 

2. Headline yang Menarik Perhatian

Headline atau judul adalah ujung tombak dari sebuah content writing. Untuk, itu kamu harus membuat headline yang menarik perhatian pembaca. Jika headline yang kamu buat kurang menarik, maka pembaca juga kurang berminat untuk membaca tulisanmu. Ingatlah bahwa mesin pencari akan menampilkan berbagai tulisan dari berbagai web. Maka, kreativitas sangat dibutuhkan dalam membuat headline. 

3. Cermat dalam Pemilihan Angle

Beberapa artikel mungkin akan membahas suatu topik yang sama, namun angle-nya bisa saja berbeda. Itulah yang akan memberi nilai lebih pada tulisanmu. Angle yang berbeda juga memungkinkanmu menjaring kelompok pembaca baru. 

4. Gaya Tulisan Konsisten

Dalam membuat content writing untuk suatu brand, gaya yang kamu terapkan haruslah konsisten. Ini agar pembaca dapat mengidentifikasi brand tersebut dengan mudah melalui ciri khas tulisan artikelnya. Selain itu, gaya tulisan biasanya juga disesuaikan berdasarkan target audiens, maka jangan asal mengubah-ubah gaya tulisan yang sudah ditetapkan, ya. 

5. Tulis CTA yang Sesuai dan Relevan

CTA adalah singkatan dari Call to Action, yaitu seruan atau ajakan kepada pembaca untuk melakukan aksi yang kamu mau. Aksi tersebut harus sesuai dan relevan dengan tujuan content writing, ya. Misalnya saja mendaftar suatu program, membeli produk, dan lain-lain. 

6. Edit, edit, dan edit!

Setelah selesai menulis, jangan lupa untuk mengedit tulisanmu. Ini untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi, seperti typo. Mungkin kamu menganggap typo hanyalah kesalahan sepele. Padahal, ini bisa mengurangi kredibilitas tulisanmu, lho. Jika tulisanmu bisa sempurna tanpa ada kesalahan penulisan, kenapa tidak?

7. Optimasi Search Engines

Tahap terakhir sebelum kamu mempublikasi tulisanmu adalah SEO atau Search Engine Optimization. SEO berfungsi untuk membuat tulisanmu bisa terdeteksi dengan baik oleh mesin pencari. Hal itu bisa meningkatkan traffic web perusahaan. Yang harus diperhatikan dalam SEO biasanya adalah, keyword, deskripsi artikel, deskripsi foto, dan lain-lain. 

Agar kamu semakin memahami content writing dengan mudah, yuk simak infografis berikut ini!

komposisi content writing

Berikut penjelasan tambahan dari infografis di atas:

1. Headline

Headline punya jenis yang bermacam-macam, misalnya question, command, claim, curiosity, fear, you and I, dan sebagainya. 

2. Subheadline

Subheadline bersifat opsional. Elemen tambahan ini berfungsi untuk memperkuat headline agar semakin menarik perhatian audiens. 

3. Menulislah untuk Audiens

Bisa dibilang, content writing termasuk ke dalam strategi pemasaran yang bersifat soft selling. Untuk itu, fokuslah terhadap audiens. Tulis konten yang bisa dinikmati oleh mereka. Jangan terlalu berfokus pada penjualan dan buatlah bridging dengan sehalus mungkin. 

4. Be Engaging

Jangan sampai headline kamu sudah menarik, tapi isi tulisanmu biasa saja. Ini bisa membuat audiens tidak membaca tulisan sampai akhir. Bahkan mungkin, mereka hanya membaca paragraf awal, lalu memutuskan untuk mencari artikel lain. 

Maka dari itu, isi tulisan juga harus menarik. Bangun cerita yang mengalir dengan baik. Tapi, ingat ya, tulisanmu harus tetap jelas, jangan sampai berbelit-belit dan sulit dipahami pembaca. Nanti, tujuan dari content writing malah tidak tersampaikan. 

5. Tulis Brand Voice yang Unik

Brand voice adalah gaya bicara yang kita gunakan dalam content writing. Ini berkaitan dengan cara kita berkomunikasi dengan audiens dan membangun kepercayaan antara mereka dengan brand. Adanya kepercayaan, akan menciptakan pelanggan yang loyal. Contoh brand voice misalnya ekspresif, ramah, jenaka, tegas, dan lain-lain. 

6. Tambahkan Informasi yang Dibutuhkan Audiens

Biasanya, bagian bridging ke produk jualan dan CTA, ditempatkan di bagian akhir. Sehingga, bagian awal tulisan hanya fokus untuk memberi informasi tentang suatu topik kepada audiens. 

Demikianlah penjelasan tentang tips-tips content writing. Jika kamu menerapkannya dalam tulisanmu, maka akan menjadi lebih menarik di mata audiens. Content writing yang kamu buat pun akan punya banyak pembaca dan meningkatkan traffic website

Jika kamu tertarik menjadi content writer, jangan lupa untuk terus berlatih menulis dengan niche yang bermacam-macam. Dengan begitu, kamu bisa membuat tulisan yang menarik untuk berbagai brand. Jangan lupa pula untuk selalu melakukan riset yang mendalam, agar informasi yang kamu berikan dalam tulisanmu terbukti valid kebenarannya.

Last but no least, kamu harus selalu up to date dengan tren terkini, agar bisa mendapat ide-ide baru yang segar. Dengan begitu, sebagai content writer, kariermu bisa terus berkembang ke jenjang yang lebih tinggi!

Posted 
Aug 29, 2022
 in 
Upskilling
 category

More from 

Upskilling

 category

View All