Asia Pacific Young Entrepreneurs Survey mengatakan bahwa 7 dari 10 atau 72% generasi Z dan Milenial ingin menjadi pengusaha. Bahkan, 87% di antaranya ingin mulai berbisnis sebelum berusia 40 tahun. 

Data di atas menunjukkan bahwa orang-orang di sekitar kita yang ada di usia produktif ingin memulai bisnis atau mungkin kamu sendiri ingin berbisnis? Akan tetapi, meskipun ingin berbisnis, tidak semua orang berhasil mewujudkan keinginannya.

Mengapa tidak semua orang berani memulai bisnis? Hal ini karena membangun sebuah bisnis bisa dibilang tidaklah mudah. Jika tidak berhasil, maka bisa mendapat kerugian. 

Akan tetapi, jika kamu tertarik bisnis, jangan takut untuk memulai. Dengan strategi yang tepat, kamu pasti bisa sukses berbisnis. Nah, salah satu cara untuk membuat strategi yang tepat adalah dengan analisis SWOT. 

Lantas, apa itu analisis SWOT dan bagaimana cara menerapkannya? Untuk mengetahuinya, simak artikel ini dengan seksama, ya!

Kuncie x SBM ITB: Mini MBA Program

Kelas Mini MBA

Dapatkan pembelajaran setara MBA dengan harga yang lebih terjangkau dan waktu yang lebih singkat di program non-degree Mini MBA bersama SBM ITB di Kuncie!

Daftar Sekarang!

Apa itu Analisis SWOT?

Analisis SWOT adalah metode untuk mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) suatu perusahaan yang digunakan untuk merumuskan sebuah strategi. Kekuatan dan kelemahan bersifat internal. Sedangkan, peluang dan ancaman bersifat eksternal. 

Metode SWOT dibuat pada 1960-an oleh Albert Humphrey dari Stanford Research Institute. Penelitian itu awalnya dilakukan untuk mengidentifikasi mengapa perencanaan perusahaan gagal secara konsisten. Sejak dibuat, metode ini telah menjadi salah satu alat paling berguna bagi pemilik bisnis untuk memulai dan menumbuhkan perusahaan mereka.

Komponen dalam Analisis SWOT

Berikut penjelasan dari setiap komponen-komponen dalam analisis SWOT.

  1. Strength

Strength adalah komponen kekuatan dari bisnis kita. Cara untuk mengetahui kekuatan dari bisnis kita adalah dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa yang kita lakukan dengan baik? 
  • Apa yang unik tentang bisnis kita?
  • Apa yang disukai audiens tentang bisnis kita?
  • Kategori atau fitur mana yang mengalahkan pesaing kita?
  1. Weakness 

Komponen selanjutnya adalah weakness atau kelemahan. Dengan mengetahui kelemahan bisnis kita, kita bisa mengatur strategi untuk memperbaikinya. Untuk mengetahui apa saja kelemahan bisnis kita, tanyakanlah pertanyaan berikut:

  • Inisiatif mana yang berkinerja buruk dan mengapa?
  • Apa yang bisa diperbaiki?
  • Sumber daya apa yang dapat meningkatkan kinerja kita?
  • Bagaimana peringkat kita terhadap pesaing kita?
  1. Opportunity

Terkadang, ada banyak opportunity atau peluang yang bisa kita dapatkan. Akan tetapi, karena kita tidak jeli melihatnya, maka kita tidak bisa melihatnya.  Nah, sebaiknya tanyakan pertanyaan berikut agar kamu bisa melihat banyak peluang:

  • Sumber daya apa yang dapat kita gunakan untuk memperbaiki kelemahan?
  • Apakah ada kesenjangan pasar dalam pelayanan kita?
  • Apa tujuan bisnis kita untuk tahun ini?
  • Apa yang ditawarkan pesaing bisnis kita?
  1. Threats 

Threats adalah ancaman yang bisa menyerang bisnis kita. Untuk mengetahui ancaman apa yang mungkin menyerang bisnis kita, tanyakan pertanyaan berikut:

  • Perubahan apa dalam industri yang memprihatinkan?
  • Apa hal yang sedang menjadi tren di pasar?
  • Di mana pesaing kita mengungguli kita?
Baca Juga: Wajib Tahu: Pentingnya Manajemen Strategis Dalam Bisnis

Bagaimana Cara Melakukan Analisis SWOT?

  1. Menentukan Tujuan

Menentukan tujuan sangatlah penting. Dengan menentukan tujuan, karyawan perusahaan termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga mereka bisa menjadi lebih produktif. Analisis SWOT bisa membantu tujuan perusahaan cepat tercapai. 

  1. Kumpulkan Sumber Daya

Setiap perusahaan punya sumber daya yang berbeda. Nah, sumber daya akan mempengaruhi analisis SWOT. Maka dari itu, kamu harus mengumpulkan sumber daya agar bisa melakukan analisis dengan tepat. 

  1. Kumpulkan Ide 

Setiap komponen metode SWOT membutuhkan ide, agar bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Misalnya saja komponen opportunity, kita harus bisa memikirkan peluang apa saja yang mungkin dipunya perusahaan.

  1. Perbaiki Temuan

Dalam mencari ide, anggota tim biasanya akan banyak memberi pendapat. Nah, ide-ide tersebut harus diseleksi. Sisihkan ide yang kurang relevan dan ambil ide yang bisa dikembangkan untuk menjawab pertanyaan SWOT dengan baik. 

  1. Kembangkan Strategi

Setelah menyeleksi ide, sekarang saatnya menjawab pertanyaan pada seluruh komponen SWOT. Lalu, jawaban SWOT dikembangkan menjadi strategi.  Pastikan strategi tersebut mampu membawa perusahaan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Kapan Harus Melakukan Analisis SWOT?

  1. Sebelum Adanya Perubahan

Sebelum kamu bikin perubahan, kamu harus bikin strategi yang tepat. Nah, analisis SWOT bisa bantu kamu buat bikin perubahan yang berdampak positif. 

  1. Saat Meluncurkan Inisiatif 

Saat kamu ingin meluncurkan inisiatif, kamu harus memahami apa kelebihan dan kekurangan dari bisnismu. Untuk mengetahuinya, kamu bisa melakukan analisis SWOT.

  1. Jika Ingin Mengidentifikasi Peluang 

Analisis SWOT juga bisa dilakukan ketika kamu ingin mengidentifikasi peluang. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan gambaran peluang yang lebih akurat. 

  1. Ingin Mendapat Gambaran Lengkap Tentang Bisnis

Jika kamu ingin mendapat gambaran yang lengkap tentang bisnismu, analisis SWOT bisa menjadi pilihan. Dengan demikian, kamu bisa merancang strategi yang efektif di masa depan. 

  1. Ketika Perlu Mengidentifikasi Kinerja Bisnis dari Perspektif yang Berbeda

Jika kamu ingin mengidentifikasi kinerja bisnis dari perspektif yang berbeda, kamu juga bisa menerapkan metode analisis SWOT. Dengan demikian, kamu bisa mendapat insight baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. 

Manfaat dari Analisis SWOT

  1. Analisis SWOT membuat masalah kompleks lebih mudah dikelola.
  2. Analisis SWOT membutuhkan pertimbangan eksternal. 
  3. Analisis SWOT dapat diterapkan pada hampir setiap pertanyaan bisnis.
  4. Analisis SWOT memanfaatkan sumber data yang berbeda.
  5. Analisis SWOT tidak terlalu mahal untuk diterapkan.
  6. Analisis SWOT  mengidentifikasi area peluang.
  7. Analisis SWOT mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan.
  8. Analisis SWOT mengidentifikasi area yang mungkin berisiko.

Contoh Analisis SWOT

Berikut contoh analisis SWOT di perusahaan Apple.

analisis swot apple
Analisis SWOT Perusahaan Apple

Nah, demikianlah penjelasan tentang apa itu analisis SWOT dan bagaimana cara menerapkannya. Jika kamu bisa memanfaatkan analisis ini dengan baik, maka kamu bisa membangun bisnis dengan sukses.  

Kabar baiknya, kamu bisa mempelajari cara menerapkan analisis SWOT pada bisnis di Mini MBA. Mini MBA merupakan program kolaborasi Kuncie dan SBM ITB. Di program ini, kamu bisa mempelajari skill-skill selevel MBA dengan waktu yang lebih cepat. Kamu akan dibimbing oleh para pengajar profesional dan berpengalaman. 

Tidak hanya analisis SWOT, para peserta Mini MBA juga akan dibekali ilmu bisnis yang lengkap, seperti leadership, digital transformation, customer focus, financial, quality management, marketing, dan lainnya. Setelah menyelesaikan program ini, kamu juga akan mendapat sertifikat. 

Hingga kini, Mini MBA sudah berjalan hingga beberapa batch. Para peserta banyak datang dari perusahaan besar, seperti Telkomsel, Pertamina, Tokopedia, dan sebagainya. Mereka juga memberi testimoni positif terhadap program ini. Nah, tunggu apa lagi? Ayo, daftarkan dirimu di Mini MBA sekarang juga!

Posted 
Jan 20, 2023
 in 
Upskilling
 category
This is some text inside of a div block.

More from 

Upskilling

 category

View All